Konsep Dasar Desain WEB

Sumber: http://log35.com/2007/09/17/aturan-dasar-desain-website-bagian-1-konsep/

 

Sebuah lukisan yang indah selalu dimulai dari sebuah coretan sederhana di atas kanvas, tetapi ingat … sebelumnya pelukis pasti sudah mempunyai ide atau paling tidak dasar style yang akan dipakai untuk melukis. Tanpa ide dasar, berapa kalipun mencoretkan kuasnya pelukis tidak akan bisa menghasilkan lukisan yang indah (setidaknya lukisan yang indah bagi orang awam seperti saya dan Anda). Jadi mulailah dengan KONSEP.

Desain website harus mempunyai fungsi.
Hal ini berarti semua bagiannya harus memainkan peran dalam menyediakan informasi kepada pengunjung tentang siapa Anda, produk Anda atau layanan Anda.
Jangan membuat website hanya untuk “sekedar” ikut-ikutan, tentukan fungsinya terlebih dahulu baik untuk (perusahaan) Anda sendiri maupun bagi calon pengunjung website Anda.

Website harus mudah dibaca dan dikunjungi
Tidak semua yang Anda tulis akan dibaca oleh pengunjung dan tidak semua pengunjung akan membaca semuanya. Pada kenyataannya pengunjung hanya membaca sesuatu yang menarik untuk mereka. Untuk menarik pembaca/pengunjung, Anda bisa mulai dengan beberapa aturan dasar berikut:

  • Tentukan “tema besar” website Anda.
  • Jika Anda pemilik website, tentukan nama yang catchy, mudah diingat dan yang pasti merujuk pada tema besar Anda. Ingat…memikirkan “makanan” akan mudah jika Anda mengingat “tempe” atau bahkan yang sedikit lebih jauh dengan mengingat “piring”, tapi Anda tidak akan pernah memikirkan “makanan” jika Anda mengingat “semen” atau “pasir”.
  • Kembangkan struktur artikel atau navigasi yang tertata dengan baik, selalu umpamakan website merupakan urutan ruang-ruang, jangan sampai pengunjung “tersesat” ketika mengunjungi website Anda.
  • Kelompokkan teks, gambar dan isi website lain sesuai dengan peruntukan (halaman).
  • Penggunaan header atau sub judul untuk memisahkan topik/ ide yang berbeda-beda untuk memberikan kemudahan bagi pembaca dalam menemukan yang mereka inginkan.
  • Selalu menitik beratkan pada kesinambungan & konsistensi.
  • Jangan menggunakan kalimat yang terlalu panjang, warna, gambar atau jenis font yang berlebihan. Kompleksitas hanya akan menghilangkan esensi dari artikel atau isi website Anda. Cobalah untuk mengungkapkan ide-ide Anda dengan kata-kata yang singkat tapi mudah dimengerti. Gunakan pembedaan warna antara 1-2 warna saja atau font style (bold, italic dan underline). Tentunya untuk poin ini sangat bersifat subjektif; artinya sesuaikan dengan kebutuhan & fungsi website Anda.
  • Sebelum merencanakan menggunakan beberapa jenis font sekaligus, usahakan Anda sudah benar-benar menguasai dasar-dasar tipografi. Jika belum, gunakan cara aman; batasi pembedaan jenis font hingga maksimal 3 jenis font.
    Pastikan font yang Anda pilih merupakan jenis font standard dan mudah dibaca.

Setelah Anda selesai dengan tahap ke-2 diatas, kembalilah ke tahap 1, cek apakah struktur, konsep desain, font, warna dll sudah sesuai dengan fungsi website yang Anda rencanakan.

 

Posted on Desember 24, 2007, in Tugas. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. 5kasih dah bantu q bikin tugas

  2. Jadi gak enak di bilang makasih, cz tulisan yang ini saya dapet dari copy paste mas sinjo. Hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: